Tuesday, November 13, 2012

Kue itu bukan sekedar resep

"Kue yang nikmat adalah yang dibuat dengan cara yang benar, durasi yang tepat, dan takaran tidak meleset. Tetapi ada lagi bisa mem-boosting kenikmatan dari kue, apa itu,  kemasan dan penyajiannya, jaminan kebersihan, sehat tidak meruginkan banyak orang."

Requirement untuk Output

Atasan saya dulu pernah mempresentasikan hal yang sampai sekarang saya ingat, project, apapun project itu akan normal bahkan maksimal jika, tidak over budget, tidak over expectation, tidak over engineered, dan tidak over scheduled. Kurang lebih seperti ini resep untuk membuat cake (kue) -nya. Dalam IT especially develoment requirement yang disebutkan diatas sangat sulit diperoleh, mengapa, sebagian besar sumbangsih dari para stakeholdernya sendiri.  Tidak akan tercantump pada tulisan ini, tetapi memang native dari setiap stakeholder menghalangi resep yang pas untuk sebuah project. Tapi ada kalanya requirement terpenuhi, dan beruntung saya pernah mengalaminya sehingga bisa melihat lebih jauh dibalik resep dari kue-nya. 

Siapa Penikmatnya

Penyjian untuk para field-man, dan untuk back-office akan berbeda meski merupakan produk yang sama, staff-staff muda yang haus explorasi dan dinamika, atau para senior yang prefer dengan stability. Semua hal tersebut akan mendefenisikan seperti apa aplikasi, system, atau layanan yang akan dibangun. Pilihan bahasa, warna dan tampilan secara keseluruhan, mensikronkan kenikmatan dari kue dengan acceptance usernya.

Kampanye dan support

Bagaimana seonggok daging kualitas nomor 10 bisa digemari dan menjadi jinggle yang henti-hentinya dinyanyikan, "Semua Makan So-nice", apa karena resepnya tepat? rasanya enak? melebihi bakso? I don't think so.

Sistem Informasi sederhana, yang berfungsi untuk mengakumulasi data secara terpusat bisa menjadi produk yang WOW (sambil koprol). Dukungan Manual book yang lux plus buku saku untuk dibawa para trainner keliling cabang, mencuri perhatian dan membuang resistance yang biasanya dimiliki oleh user terhadap system baru.  Beberapa menit sesi dalam seminar terkait membahas tentang arti penting dan manfaat yang bisa diambil dari sistem tersebut, ditambahkan launching pada event besar, ini merupakan penyajian dengan table manner kelas bintang empat. Bahkan es cendolmu akan terlihat sangat nikmat, bukan hanya sangat nikmat, tapi memuaskan para usernya.


Sunday, October 21, 2012

Portofolio Bisa Hilang

Bagi programmer atau self employee yang sejenis, harta keramat dan berharga, bahkan bisa dianggap sebagai asset adalah "portofolio". Source code boleh jadi kekayaan intelektual, yang bagi gamer mungkin sebagai item sakti yang disandang saat bertualang menaklukkan monster-monster, tetapi badge jauh lebih berguna didunia nyata. 
Badge atau didunia bisnis dikenal dengan portofolio bisa menyakinkan siapa saja tentang kecakapan seseorang atau perusahaan. Oleh karena itu para proffesional menjaga tanggungjawab mereka dengan sebaik-baik karena mereka paham reputasi mereka hanya bisa dibuktikan dengan karyanya.  Website, aplikasi, project merupakan bukti nyata bahwa "Saya" pernah mengenani hal sejenis.
Tetapi, ternyata portopolio itu bisa hilang. Code mungkin tetap terjaga selama individu bertangungjawab penuh terhadap keselamatannya, tetapi bukti bahwa itu pernah diimplementasikan bisa musnah. Salah satu penyebab yang miris adalah karena konflik ditingkat pengambil kebijakan. Sebagus apapun karya yang pernah dibuat, akan menjadi sejarah jika atasan, team, client, atau tingkat pengambil kebijakan lainya memutuskan untuk degradasi. Suatu saat karya monumental tersebut akan offline ketika mereka memutuskan bahwa pengguna kita belum siap dengan sistem seperti ini.

Sunday, October 14, 2012

Electronic letter information system (E-list)

 "Aplikasi kearsipan online, memuat fitur pencatatan surat masuk dan surat keluar, dilengkapi dengan sistem rantai disposisi surat. Sistem update info tersedia untuk setiap user, sehingga memudahkan untuk penyatuan informasi terkait surat-surat yang yang menjadi topik .
Untuk mengaktifkan account E-list, anda perlu mendapat persetujuan dari administrator. Administrator akan merespon permintaan aktivasi anda setelah melakukan verifikasi keanggotaan."

Sebetulnya aplikasi ini merupakan aplikasi berbentuk sistem informasi pertama yang menjadi modul tambahan terhadap jejaring, aplikasi sistem informasi milik gizi dan kia departemtn kesehatan republik indonesia. Aplikasi sejenis yang yang terhitung sebagai sepupu dan saudara jauh jumlahnya sangat banyak di negeri ini. Tetapi seperti layaknya sistem informasi lain, semuanya memiliki keunggulan dan kekurangan.


Aplikasi Elist terakses secara online oleh seluruh pegawai depkes, konsep ini mengacu pada sistem keanggotaaan pada aplikasi jejaring. Demikian juga sejumlah fasilitas fitur dan fasilitas pada jejaring juga menjadi fitur-fitur unggulan dari Elist. diantaranya adalah sistem notifikasi dan komentar terkait dengan dokumen yang ada.

High Tech but Low touch

Dukungan teknologi tinggi mengantarkan penggunaanya pada perilaku yang "malas", dikarenakan sejumlah kemudahan sudah ditawarkan oleh solusi teknologi tersebut. Kecenderungan Penggunanya menjadi semkin terisolir dari lingkungan kerjanya menjadi besar. Perilaku konfirmasi, progress reporting, consulting atau sekedar menyapa tereduksi seiring dengna meningkatnya teknologi yang memperpendek waktu dan jarak dalam segala urusan. Tetapi apakah itu terjadi pada pengguna facebook? google plus? dan sebagianya.

Di konsep jejaring social hal-hal terkait high tech low touch nyaris tidak muncul bahkan high tech ini mendorong timbulnya high touch. informasi dan berita segera tersebar dan diketui rekan sejawadnya. Nah, Elist sebagai penambahan modul pada jejaring ini mengadopsi sistem notifikasi dan komentar, karena dianggap kedua fitur ini bisa membendung hal-hal yang bisa membentuk kehilangan informasi dan kendali.


 Visual Information

Didalam institusi konsep mendistribusikan memo atau surat adalah hal biasa, yang luarbiasa adalah ketika knowledge mengenai status memo itu bagaimana. Pimpinan atau kepala bagian tentu ingin mengamati surat yang saya memokan saat ini nasibnya bagaimana. Kebanyakan dari kita berpikir andai saja ada diagram yang jelas yang menunjukkan sampai dimana dan bagaimana statusnya disposisi tersebut. di Elist hal itu didukung dengan diagram distribusi/disposisi.

Thursday, April 26, 2012

Mental Pembajak Yang susah hilang

Menurut inet.detik.net indonesia masuk dalam peringkat 12 besar dunia dengan tingkat pembajakan ditanah air sampai 85%. Miris atau bangga tergantung sudut pandang panjenengan. Pembajakan muncul dari sudut pandang bisnis mungkin karena harga yang harus dibayaran tidak sebanding dengan yang bisa diperoleh. Alasan lain yang sulit diatasi adalah karena alasan prestise, pembajak akan memiliki kebanggaan setelah berhasil membajak produk dan kebanggan ini kadang sampai pada penggunanya.

Beberapa kali saya membangun aplikasi dengan menggunakan bahasa open source, php, mysql, dan jquery, dan baru saya sadar akan komentar client, vendor, atau para stakeholder. Komentar-komentar yang didasari pada kekhawatiran akan pembajakan atau plagiat terhadap produk mereka. 

support by ..

Jomla, wordpress,  Yii framework dan lain sebagainya sering dicantumkan pada footer aplikasi, atau pada bagian-bagian khusus aplikasi, yang dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan, dan etika terhadap komunitas open source yang telah digunakan agar semakin banyak penggunanya dan tentunya semakin kaya perkembangannya. Namun hal ini terkadang menjadi masalah, para stakeholder berharap tulisan ini dibuang dengan alasan :

  1. Jangan nanti ketahuan kalo kita membangungnya pake Yii
  2. Nanti memudahkan kalo ada yang ingin mencontek ataupun penjebolnya.
  3. Ini kan karya kita seharusnya nama kita yang tertuang bukan mereka.

Kekhawatiran takut untuk kehilangan, takut tersaingi , takut dicuri, takut dibajak, dan ketakutan lainya sudah mendarah daging ditubuh para pembajak. Ketika berbangga telah berhasil membajak milik orang, maka disaat yang sama muncul juga kekhawatiran agar produknya sendiri tidak dibajak dengan cara yang sama.

dienkripsi..

Aplikasi berbasis interpreter seperti java, php, dan javascript menghindari proses compilasi menjadi file binary untuk tujuan memudahkan pengembangan. Agar pihak lain mudah membaca kodenya dan bisa mengembangkannya, menambal jika menemukan bug , melakukan perubahan dan customisasi terhadap kode. Namun sekali lagi karena mental pembajak sudah melekat sehinggga  sering muncul permintaan agar code-code tersebut dienkripsi agar tidak bisa terbaca oleh orang lain. Kita sering lupa akibat terlalu sering membajak produk microsoft, kita lupa bahwa opensource itu tidak mungkin dibajak atau pun di contek, karena pada dasarnay code-code tersebut milik semua orang, semua orang punya hak untuk membacanya dan mengembangkannya.



Wednesday, April 25, 2012

Bisakah Programmer Solo membangun aplikasi retail

Siang ini saya bertemu dengan seorang teman yang mendedikasikan hidupnya dengan mendatangi apotik, hotel, travel dan sejenisnya untuk memasarkan aplikasi retail. Sungguh hal yang saya sulit pahami mendengar cerita beliau. Saya pernah menghabiskan 2 bulan untuk membangun aplikasi penjualan yang berisi P.O.S dan stock distribution, dan juga 3 bulan untuk membangun aplikasi akuntasi berbasis FIFO dan Perpetual. Kedua hal tersebut adalah aplikasi yang saya bangun dengan maksud menjadikannya retail.

Dalam obrolan singkat tersebut kami sepakat bahwa aplikasi retail punya varian karakter bisnis yang sangat luas bahkan untuk usaha yang sejenis. Didukung juga dengan pengalaman saya ketika harus berkali memfasilitasi  varian tersebut dari satu bisnis kebisnis sejenis milik clinet-client yang berbeda. Saya menemukan titik jenuh dan  memutuskan untuk fokus ke projek dibandingkan mentelateni aplikasi retail.

Dalam benak saya, paling tidak hingga beberapa jam lalu, aplikasi retail bukan untuk programmer SOLO, ini lebih tepat untuk perusahaan sekelas zahir yg dilengkapi dengan siklus development yang panjang, support team yang solid, manajemen pra dan pasca penjualan yang baik.

Pengakuan dari teman tersebut meruntuhkan pandangan saya, karena selama ini dia tidak memiliki semua yang saya bayangkan tadi, client dan support hanya dialakukan oleh segelintir orang dan dia sendiri, yang nota bene mereka bukan insan IT tetapi lebih tepat disebut entrepreneur IT. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah harganya. Aplikasi apotik lengkap dengan fitur akuntansi hanya dihargai 1,5 juta itu pun harus menerima cemoohan dari calon pembeli yang mengaku produk dari surabaya hanya 800 ribu. bandingkan dengan miliki zahir yang dijual permodul, dengan harga yaris sama dengan harga satu aplikasi lengkap.

Saya ingin berkenalan lebih jauh dan belajar lebih banyak, bagaimana semua ini bisa terjadi, dan dimana letak chalenge dan rewardnya. 

Popular Posts